Kamis, 07 April 2022

Menikah dengan Sederhana

 Nikah dengan : 

1. Syukuran sederhana Makan-makan motong ayam sendiri 300K

2. Mahar 200K 

3. Nikah KUA ( gratis ) 

4. Yang penting SAH!

5. Honeymoon ke pantai 100K ( naik motor sendiri bawa bekal ) 

Total : 600K ga sampai 1juta!

Masalahnya emang masih ada orang yang mau  diajak nikah sederhana? 


Jawabannya : ADA yaitu Saya


Actualnya sih, ga lebih dar 1.5jt

1. Wedding ( makan2 rias2 foto2 ) 800K

2. KUA gratis nikah di kantor KUA gaes ( ngamplopin amilnya ---rahasia )  

3. Honeymoon ke planet Bekasi FREE bensin aja 50K

4. Mahar 100K 


Serius. Saya nikah kemaren habis segini. 


Berpegang pada prinsip sebaik2 wanita yang paling murah maharnya itu atau emang bucin aja si? 

Saking pengen dinikahin ama dia hahahaah


Tapi, prioritas kalo sudah dewasa, usia matang mendekati uzur kaya kita, ( saya dan suami ) yg pernah temenan 20th lalu lalu ketemu sekarang itu bukan mewah2 buat pamer hajatan ala crazy rich atau influencer sih. 


Malu, Dah tua! 


Berharap ini menjadi pernikahan terakhir dengan trauma gagal pernikahan aja udah kemajuan.


Memahami kalo kita bagian dari sandwich generations juga bikin kita mikir panjang buat adain pesta dan jadi raja ratu sehari trus harus nyicil beberapa tahun berikutnya demi gengsi .. ga termasuk cita-cita.  


Doain, samawa ya.. 


Pastinya, nikah itu gampang simple tinggal keputusan sadar kita bagaimana. Yang ga gampang mengakomodir keinginan banyak pihak yang belum tentu selaras dg ingin kita. 


Yang jomblo semoga segera dimampukan menikah, dg pasangan sesuai harapan ya... Yang baru patah hati, jangan menyerah! Yang sudah menikah yuk sama-sama bersemangat melakukan ibadah terlama dg visi syurga dan dilakukan hanya karena Allah dan bahagiamu, bukan bahagia orang lain. 


#pernikahan

#islami

#murah

Minggu, 27 Maret 2022

KAKAK BERADEK

 Saya punya anak selisih setahun 2 tahun.. 

Alhamdulillah.. 


Malah adek yg gemes ke kakak hehe 


Mas al itu pendiem, adeknya iseng, jadi kalau main adiknya seru banget masnya manut aja. 


Gitu juga bissaam bani, karena pernah korban bully kakak tirinya,  mas bissaam bully adeknya, sekarang dah besar adeknya bisa menolak dan ga mau bantu mas nya.

 

Tapi saat sesi tapping, ditanya : kenapa kira2 bani kaya ga suka banget dimintai tolong.. "mungkin mi, aq dulu krn pernah dibully sama mas bal**n jadi marah dan jadi suka bully bani." Self awarness nya muncul sendiri. Ok, kalo gitu setelah tapping minta maaf setulus hati sama bani ya. 


Memang berbagi peran itu penting, karena baru melahirkan itu semua perhatian ke bayi baru. 


Tentu buat cemburu sang kakak. 

Kalo saya sering membisikkan "ummi sayang mas al.. selalu sayang.. paling sayang.. " padahal ke adiknya juga begitu. Kesemuanya juga begitu. 


Dan peran ayah sangat penting, saat ibunya handle adik, ayah harus membatu ibu dengan hadir dan penuh kasih bagi sang kakak. 


Saat bukan sesi menyusui atau adik tertidur, ibu bermain dengan kakak, atau sekedar tidur berpelukan, agar kakak ga merasa ada adik aku menjadi tak diinginkan. 


Terpenting tahan mulut buat membandingkan kakak-adik karena semua special dengan perbedaannya. 


Ga ada yang lebih dari. 


Bagi saya ini penting. Karena tiap anak juga sudah di tes STIFIn jadi sebagai ibu saya berinteraksi sesuai dengan bahasa cinta anaknya. Ya anak feeling dipuji2 dikasi kata2 bucin buat Bani, anak insting ya di belai2 kalau interaksi karena bahasa cinta insting sentuhan.. kalau al intuiting, mata saya pasti berbinar saat dia menunjukkan kebisaannya, ceritanya saya dengarkan seksama apa yang buat dia exited saya exited juga.. tinggal sultan nih.. jarinya terlalu kecil belum bisa di test.


Saat Mengalirkan emosi negatif yang beredar juga emosi negatif. 

Tapping sejak dini juga ok. 

Anak adalah peniru ulung, entah dari lingkungan entah orang tua nya. 

Sebelum masa sosial 7th, kebanyakan anak dg ortunya, maka seharusnya anak merasa aman dg rasa cinta dan kasih sayang. 


Semoga selanjutnya diberi kepercayaan punya bayi lagi 🥰🥰


Kebayang kalau ngumpul, semua. Rame rumah! 


#sibling

#parenting

#adikkakak

ANAK ZAMAN NOW

 

😁😄 orang tua ga siap jd orang tua
Jadi mendidik dg manja
Ayah abai
Ibu lebay
Anak alay...

🍓 Generations

Selama dirumah ga dididik berharap anak pulang sekolah jd pintar dan mandiri.

Fenomena jaman sekarang

Makin mundur usia dewasa, kalo dulu 14th sdh jd panglima perang, sekarang usia 20th musti dianter mama daftar ke kampus antar cari kostan.

Itu baru ranah pendidikan, usia 17-20 masih belum dewasa.
Maka kapan siap menikah?
Sepertinya range nya melebar menjadi 25-30th.

Maka tidak heran yang nikah dibawah itu masih bolak balik ke ortu cari petunjuk karena ortu ga mendidik siap jadi ibu/istri atau ayah/suami.

Padahal usia 13th dah naksir-naksiran lawan jenis.
Terpapar pornografi sampai mengalami percepatan hormon sexual karenanya.

Kebayang apa yang jadi tantangan kita? Kaum milenials?
Gejolak baligh fire ON tapi kedewasaan ga selaras dan cenderung melambat.

Selama 13-30th disebut apa? Menahan syahwat gimana?

Harus dimulai sekarang, tiap ibu dan ayah belajar fitrah base nih. Karena yang merusaknya sejak diciptakan seorang anak adalah orang tuanya.

Kemudahan
Gadget
Rasa melindungi anak jangan sampai mengalami kesulitan2 kitalah yang buat kita ga mengizinkan anak berproses dan belajar dari proses tersebut.

#fitrahbase
#parenting
#anak

Sabtu, 26 Maret 2022

Time to bounching back!

 Dear all, mungkin dikira lebay ya mempublish masalah di medsos dan dibaca banyak orang. 

Kenapa saya menganggapnya pancingan respon, karena setelahnya memang dia jadi ga sembarangan lagi. 

Setahun sudah, pasca perceraian kami, dia pergi dengan ancaman kalau sampai saya gugat cerai maka anak-anak akan diambilnya. Saya akan dianggap mati dan karakter saya dibunuh dengan mengatakan kalau saya ga sayang anak-anak saya. 

Bagi saya setahun waktu yang cukup untuk bounching back. 

Kali ini tidak hanya mempublish diamnya saya selama ini tapi juga mengajukan gugatan hak asuh anak-anak. 

Apapun keputusan pengadilan, akan saya terima. Saya tidak terlalu mengkhawatirkan apakah anak-anak akan bersama saya atau ayahnya. Tapi putusan pengadilan insyaAllah adil dan memikirkan kepentingan anak daripada kepentingan kami berdua. 

Saya hanya berusaha. 

Lalu beberapa menasihati saya tentang umbar aib dengan mantan, sayangnya saya tidak sedang ingin mendengar nasihat. 

Bagi saya cukup. 

Sama seperti saya memutuskan untuk bercerai.  

Dan tidak bisa diancam dengan ancaman semengerikan apapun, diambil anak, tdk nafkahin, pergi, sudah tidak lagi membuat saya ngeri. 

Bahkan, kalau dikatakan dia akan ambil nyawa saya, saya akan tetap hadapi, asalkan saya punya kesempatan untuk gugat cerai darinya. 

Sengotot itulah saya. 

Maka, saya berterimakasih atas nasihatnya, dan saya mohon maaf saya hanya mau dia tau betapa saya akan melakukan hal yang sama itu sekali lagi. 

Memperjuangkan anak-anak saya. 

Meski diancam, meski dimaki, disuru mati, di fitnah, di bunuh karakter saya, meski ancamannya saya mati, saya akan maju. 

Untuk publish di medsos itu memang maunya saya agar dia tau dan bersiap menghadapi saya. 

Mungkin saya diberi Allah kengototan bertindak, cepat bergerak, optimis dan cenderung gak hati-hati. 

Tapi tak mengapa.. saya tidak punya banyak waktu juga karena siapa yang bisa jamin saya hidup sampai bulan depan?

It's time... 

Anyway.. saya akan menceritakan bagaimana saya gugat hak asuh nanti.. untuk kawan seperjuangan yang sama-sama kehilangan anak karena egoisnya mantan pasangan, tenanglah.. kau tak sendiri. 

Rasa takut memang harus dihadapi

Apapun anggapan orang, biarkan aja. Toh, mereka ga merasa apa yang dirasa jadi opini publik memang ga penting2 amat.. karena sesuatu yang gak bisa kita kendalikan.

Dari pada memikirkan opini orang luar diri lebih baik berencana untuk merebut kemerdekaanku sendiri. Dengan strategi taktis dan detail senyap dan BUM!! 

It's TIME to Bounching back!




HANYA RINDU

 

Katanya sih.. saya ibu yang gak sayang anaknya..
Yang bla..bla..bla..

Hei, saya yg hamil 9bulan, yg menyusui 2th, yang ngasuh sampe segede ini lho!

Baru dititipi setahun karena saya mengalah aja masi dijelek-jelekin.

Mau menggantikan ummi dengan mama biar anak gak bingung?
Yah ga akan bisa.

Buat anaknya amnesia dulu atau trauma aja, karena sampai detik ini anak-anak masih merengek minta pulang kerumah ummi.
Dan selalu peluk dan menangis karena rindu. 

Ummi hayu pulang kelumah ummi aja.

Perceraian memang keputusan sulit, korbannya pasti anak apalagi mantan pasangan yg membenci dan hobynya fitnah, tapi memilih bahagia dan membuang toxic releationship dengan orang yg mustahil berubah adalah keputusan terbaik saat itu.

Terimakasih atas support kawans
Juga terimakasih yang ikut menjudge dan keracunan fitnahnya.

Bagaimanapun, yang terjadi semua atas IzinNya pastilah baik dan sangat baik, sempurna. Toh, semua bukan punya saya.. sekedar di titipi.

Semoga diberi hidayah ya 😌🙏

#sangmantan
#cumaemakyangkangenanaknya

Jumat, 25 Maret 2022

Kisah Bu Kanti

 Assalamu'alaikum warahmatullahii wa barakaatuh mom's n dad... 

Indonesia di gegerkan oleh seorang ibu dari Brebes yang menggorok leher 3 anak kandungnya. 

Semua berkomentar, ada yang empati, ada juga yang julid sih.. bahkan ada versi yang membela suaminya. Yang selalu rutin memberi uang 2.5jt, sosok humoris dan LDR Jakarta - Brebes. 

Video Ibu Kanti mengatakan, kalau beliau hanya ingin disayang oleh suami. Merasa cemas dan membayangkan buruknya jika suaminya sampai nganggur lagi, dia sudah tak sanggup katanya. 

Maka, beberapa dari kita mencemaskan masa depan yang belum terjadi dan menggila sampai memilih membunuh buah hati agar mereka tidak mengalami kesulitan yang kita alami? 

Sedih memang, karena sakit yang ada dikepala sama sekali berbeda dengan penyakit fisik umumnya. Penyakit psikologis nyaris tidak terlihat! 

Beliau MUA yang bisa menyulap pengantin menjadi sangat cantik. Disaat yang sama menjadi terdakwa atas pembunuhan anak kandungnya.

Maka, bagaimana mendeteksinya? 

Apa harus menunggu suami video call dan penggorokan dilakukan saat itu? Jelas ini sudah sangat terlambat sampai sang suami panik dan memanggil tetangga.

Dramatis sekali bukan? 

Entah sudah berapa kecemasan yang diabaikan, kekesalan ditimpali dengan kesabaran sampai ibu muda ini merasa perlu membunuh anak-anaknya. 

Dear mom's khususnya... Belajar yuk mengenali emosi, apakah kita sedang Marah, sedih, kecewa, bahagia? Beberapa memang ada yang kesulitan mendefinisikan perasaan, tapi mayoritas manusia bisa. 

Mulailah dengan itu. 

Kalau ternyata cemasmu berlebihan, dengan skala 10 segera cari pertolongan. 

Beberapa profesional seperti saya yang mempelajari EFT ( emotional freedom tecnique ) akan membantu mom's mengalirkan emosi yang berlebihan itu, supaya tidak menumpuk dan menjadi kisah ini. 

Semoga Bu Kanti lekas sembuh ya... 


#kisahpiluseorangibu